Pelajar Harus Kedepankan Etika dalam Bermedia Sosial

Pelajar Harus Kedepankan Etika dalam Bermedia Sosial
Kemenkominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar edukasi kepada para siswa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (11/4). Foto: Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi

jpnn.com, BONE - Pelajar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diajak mengedepankan etika ketika beraktivitas di dunia digital.

Hal itu disampaikan oleh para narasumber dalam acara yang digelar Kemenkominfo dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi pada Selasa (11/4).

Kegiatan secara nonton bareng (nobar) ini mengangkat tema “Etika Pelajar di Dunia Digital.”

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Nursalam membawakan materi budaya digital. Menurutnya, penting untuk memperhatikan budaya dalam bermedia digital dan menanamkan nilai Pancasila sebagai dasar interaksi dengan orang lain di media sosial.

Nursalam menilai pelajar tidak saling menghina dan mengejek, mengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan pribadi, tidak memecah belah, memberikan kesempatan yang sama, dan bekerja sama.

“Dunia digital merupakan bagian dari kehidupan kita saat ini, sehingga kita harus memanfaatkannya dengan bijak dan sebagai sumber pembelajaran bagi semua orang. Kesimpulannya, kita harus bijak dalam bermedia digital dan menjaga interaksi kita dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya kita menjaga budaya kita,” ujarnya.

Manajer Cerita Santri.id Aina Masrurin menjelaskan untuk menjaga proses belajar tetap berjalan baik dan tata krama yang sopan dalam penggunaan internet.

Selain itu, kata dan Koordinator Media PW Fatayat NU DIY itu, penggunaan gadget harus terkontrol agar tak menghabiskan lebih banyak waktu dalam sehari.

Pelajar tidak boleh menghina dan mengejek, mengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan pribadi, tidak memecah belah, memberikan kesempatan yang sama, dan b

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News