Pelajar yang Viral Bawa Celurit di Jakbar Ditangkap Polisi, Sahroni: Beri Hukuman Berat

Pelajar yang Viral Bawa Celurit di Jakbar Ditangkap Polisi, Sahroni: Beri Hukuman Berat
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni bersama pelajar yang viral bawa celurit di Markas Polres Metro Jakarta Barat, Sabtu (11/11/2023). Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni senang melihat kinerja jajaran Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) yang dalam waktu cepat menangkap pelajar membawa celurit yang viral di media sosial.

Politikus NasDem itu bahkan menyambangi Markas Polres Metro Jakbar untuk memastikan para pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Sebelumnya, aksi sekelompok pelajar membawa senjata tajam berupa celurit di wilayah Kalideres, Jakarta Barat itu viral di media sosial. Mereka bahkan sempat mengancam sekuriti.

"Kami mengapresiasi Polres Metro Jakarta Barat yang bekerja dengan sangat sigap, tidak sampai 1x24 jam setelah viral, semua pelaku langsung diamankan," ata Sahroni melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/11).

Dia menilai respons polisi itu bagus karena para pelaku yang meresahkan masyarakat tersebut memang harus ditindak tegas.

"Karena dari dulu, kasus tawuran ini enggak selesai-selesai, malah makin berani dan nekat. Sekarang bawa parang sama pedang, besok-besok kalau tidak disetop bisa-bisa mereka nanti pakai senpi," tutur Sahroni.

Legislator Senayan asal DKI Jakarta itu menilai aksi tawuran pelajar sudah sangat meresahkan masyarakat, dan bahkan tak jarang turut memakan korban. Untuk itu, para pelaku diberi hukuman setimpal.

"Saya rasa masih ada yang kurang optimal di pencegahan dan juga penindakan. Maka saya minta pada pihak-pihak yang berwenang, tolong kasus seperti ini diberi hukumn yang berat, biar jera semuanya," tuturnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyebut pelajar bawa celurit yang ditangkap polisi pantas diberi hukuman berat agar kapok.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News