Pelajari Baik-Baik, Ini Cara Melakukan CPR, Bantu Menyelamatkan Orang yang Henti Jantung dari Kematian

Pelajari Baik-Baik, Ini Cara Melakukan CPR, Bantu Menyelamatkan Orang yang Henti Jantung dari Kematian
Ilustrasi CPR atau pijat jantung. Foto: Pixabay/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Pijat jantung atau CPR (cardiopulmonary resuscitation) bisa membantu menyelamatkan seseorang yang mengalami gejala henti jantung atau cardiac arrest.

Biasanya, orang yang mengalami henti jantung tersebut mengalami sesak napas tanpa alasan jelas, nyeri dada hingga kehilangan kesadaran.

"Apabila terjadi henti jantung, kita harus segera menolong, maka kemungkinan dia selamat akan lebih besar. Kita bisa melakukan CPR atau pijat jantung dengan benar sehingga kemungkinan dia selamat bisa meningkat 17- 44 persen," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Vito A. Damay, kepada ANTARA melalui pesan elektroniknya.

Dia mengatakan CPR atau RJP (resusitasi jantung paru) harus dilakukan segera, dan ketika ditunda berarti mengurangi kemungkinan orang dengan henti jantung bisa selamat sampai 10 persen setiap menitnya.

Saat tak ada orang lain di dekat orang yang henti jantung, Anda bisa melakukan CPR dengan metode pijat jantung, terutama apabila Anda bukan tenaga kesehatan terlatih.

CPR dilakukan tanpa perlu menunggu dia batuk, tetapi saat dia bernapas tidak normal misalnya gasping atau mengap-mengap.

Orang yang terlatih seperti tenaga kesehatan akan memeriksa kondisi nadi terlebih dulu, tetapi langkah ini tak perlu dilakukan orang yang tak terlatih.

Untuk melakukan CPR, menurut Vito, pertama, letakkan dia di permukaan yang rata dan keras.

Metode CPR ini biasanya berguna untuk membantu mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah dalam tubuh akibat masalah seperti serangan jantung dan henti jantung.