Pelaku Bobol ATM \'Tarik Kabel\' Berhasil Raup Rp 280 Juta

Pelaku Bobol ATM \'Tarik Kabel\' Berhasil Raup Rp 280 Juta
Pelaku Bobol ATM \'Tarik Kabel\' Berhasil Raup Rp 280 Juta
SURABAYA - Sebelum dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya, pelaku bobol ATM yang melakukan aksinya dengan cara mematikan listrik mesin otomatis itu sudah melakukan aksinya dibeberapa kota. Bahkan dari aksinya itu komplotan yang diotaki Rudi Hermawan bisa mengumpulkan Rp 280 juta.

Berdasar hasil penyelidikan, Rudi dan dua temannya telah beraksi juga di ATM bank BCA lain. Di antaranya, 6 kali di Malang, 2 kali dan Solo, dan masing-masing 1 kali di Jogja serta Pandaan. Diperkirakan, uang yang telah berhasil mereka kuras mencapai Rp 280 juta. "Dalam sehari mereka bisa mengambil sampai lima kali," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol  Setija Junianta.



Bukan hanya itu, dari rumah Rudi, petugas menemukan sedikitnya 15 kartu ATM. Terdiri dari atas 8 kartu ATM BCA, 2 ATM Bank Permata, 2 ATM Bank CIMB Niaga, 1 ATM BRI, 1 ATM Bank Danamon, dan 1 ATM bank Mua­malat.

Ada pula empat buku tabungan BCA dan sebuah buku tabungan Bank Mualamat. 

Selain kartu ATM dan buku tabungan, barang bukti yang diamankan adalah dua laptop dan uang tunai Rp 12,5 juta. Selain itu, ada sebuah mobil Toyota Avanza putih dengan nomor polisi W 416 RD dan sepeda motor Honda Spacy putih dengan nomor polisi W 3419 VD. Mobil rental itu dipergunakan sebagai sarana untuk mendatangi ATM agar tak dicurigai orang.

Aksi mereka sebenarnya tidak selalu berhasil. Bahkan, kartu ATM mereka pernah tertelan. "Kalau sudah begitu, ya menghubungi operator agar atm dikembalikan," imbuh Vivit.


Seperti diberitakan sebelumnya, aksi Rudi membobol ATM dengan cara mengambil uang tapi tak mengurangi saldo miliknya. Jadi meski dia mengambil uang berjuta-juta, jumlah uang yang ada di tabungannya tak berkurang, alias tetap. 


Bagaimana caranya? Uang di mesin ATM itu diambil dengan cara biasa. Bahkan, tanpa mengakali nomor PIN (personal identification number) atau memakai kartu ATM tiruan. Semua asli dan prosedural.


Pembobolan itu baru mereka praktikkan ketika uang sudah terlihat muncul dari mesin. Rudi tak segera mengambil uang tersebut. Dia hanya memegangi uang itu. Pada saat bersamaan, dia mencabut kabel listrik sumber energi ATM. 



Saat listrik mati, uang yang masih keluar setengah dari mesin itu akan kembali tertelan. Pada saat itulah, Rudi memegangi sekuat tenaga agar uang tersebut tak tertelan ke dalam mesin. Lalu, dia menancapkan lagi kabel listrik yang tercabut itu ke stopkontak. Ketika saldo kembali dicek, uang yang berada di saldo Rudi masih utuh. "Saat mengambil itu, dia memilih nominal yang paling besar, yakni Rp 2,5 juta," kata Rudi di Mapolrestabes Surabaya Senin (8/7).

SURABAYA - Sebelum dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya, pelaku bobol ATM yang melakukan aksinya dengan cara mematikan listrik mesin otomatis…