Senin, 17 Juni 2019 – 23:53 WIB

Pelarian Menegangkan John Wick di Chapter 3: Parabellum

Minggu, 26 Mei 2019 – 02:01 WIB
Pelarian Menegangkan John Wick di Chapter 3: Parabellum	 - JPNN.COM

jpnn.com - John Wick (Keanu Reeves) kembali dalam instalasi ketiga, Parabellum. Masih mempertahankan elemen di dua film sebelumnya, sekuel terbarunya sukses memukau fans dengan sensasi adegan aksi yang intens.

Seperti judulnya, film besutan sutradara Chad Stahelski tersebut mengisahkan Wick yang menjadi sasaran pembunuh bayaran sedunia. Dia harus siap menghadapi perang. Gara-garanya, dia membunuh penguasa kejahatan Santino D'Antonio di Hotel Continental New York. Siapa pun yang berhasil membunuh Wick akan mendapat imbalan USD 14 juta.

Kini, Wick harus menyelamatkan diri dengan mencari perlindungan. Tentu pelariannya tidak berjalan lancar. Banyak kelompok yang ingin membunuhnya, baik untuk kepentingan pribadi maupun demi kesetiaan pada High Table, organisasi mafia yang mengincar Wick.

Fans yang mengikuti kisah Wick sejak John Wick: Chapter 1 (2014) dan John Wick: Chapter 2 (2017) akan puas. Sebab, film ketiganya kembali menawarkan sensasi action yang tiada henti. Baru selesai satu scene tegang, datang lagi scene menegangkan lainnya. Bertubi-tubi.

Menurut John Bock, analis box office dari Exhibitor Relations, Reeves sukses membuat fans franchise John Wick terpukau dan setia menunggu kelanjutannya. ''Dia termasuk aktor yang selalu sukses di film action,'' katanya, sebagaimana dilansir Business Insider. 

BACA JUGA: John Wick 3 Hadirkan 10 Pembunuh Bayaran Misterius

Karakter Wick yang dingin dan brutal dipertahankan. Sisi dramatis yang sangat menyayangi mendiang istri pun kembali ditampilkan. Namun, kali ini dia berada di posisi yang sedikit berbeda. ''Wick akan menghadapi pengkhianatan, tapi tetap bangkit kembali,'' ujar Richard Newby, kolumnis film The Hollywood Reporter.

Dari segi jalan cerita, kolumnis film The New York Times Jeannette Catsoulis mengatakan bahwa unsur kekerasan lebih brutal dan menghibur. Adegan perkelahian lebih beragam dan unik sehingga penonton tak sekadar menyaksikan adegan penuh darah. Sadis, namun atraktif dan estetik.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar