Pelatih Pacman Paham De la Hoya

Pelatih Pacman Paham De la Hoya
Petinju Indonesia Mario Blasius Kali (merah). Foto: Inasgoc
Pada saat bersamaan, De la Hoya juga tak mau kalah sesumbar. Dia mengakui sudah kembali berada di kondisi terbaik setelah persiapannya selama ini. Baginya, bukti sesungguhnya ada di atas ring.

"Bila dapat mengubah pendapat orang dengan penampilan saya hingga membuat mereka berpikir saya masih bisa melakukannya, saya mampu menjalankan misi dan tugas saya sudah selesai," tukasnya.

Keuntungan Pacman dari segi pelatih tidak lepas dari sikap De la Hoya yang kurang respek terhadap pelatih. Sebelum pertarungan melawan Mayweather Jr, dia menegaskan tidak akan lagi naik ring tanpa bimbingan Roach. Tetapi, janji itu hanya omong kosong karena dia langsung memecat Roach.

Selain kelemahan tersebut, Oscar juga menunjukkan beberapa sikap inkonsisten lainnya. Suatu hal yang sedikit mereduksi kebesarannya sebagai petinju dengan kemampuan dan bakat super. (ady/ang)

Kelebihan dan Kekurangan De la Hoya

Kelebihan

Jam Terbang. Sejak mulai terjun ke pro setelah meraih medali emas Olimpiade 1992, dia menjelma menjadi salah seorang petinju terbesar. Dia sudah berada di arena tinju bayaran selama 16 tahun dan tetap menjadi penarik perhatian olahraga tinju.

Start Luar Biasa. De la Hoya memiliki rekor yang baik pada awal karirnya dengan tak terkalahkan di 31 pertarungan. Dia baru kalah dari jagoan Puerto Riko Felix Trinidad pada 1999. Selebihnya, dia meraih 39 kemenangan dari 44 kali naik ring.

LAS VEGAS - Suhu persaingan Oscar de la Hoya dengan Manny "Pacman" Pacquiao semakin panas. Itu sejalan dengan semakin dekatnya duel mereka

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News