Pembentukan DOB Wujudkan Papua Baru yang Damai dan Sejahtera

Pembentukan DOB Wujudkan Papua Baru yang Damai dan Sejahtera
Webinar New Province for a More Prosperous and Peaceful Papua, Rabu (2/11). Foto: tangkapan layar Zoom

Sedangkan analis politik, Bonny Hargens menyatakan bahwa istilah New Papua merujuk pada Papua hari ini dan masa depan.

Ini berbeda dengan Papua lama, di mana persepsi semua orang hanya mengacu kepada keterbelakangan, kemiskinan, konflik dan saparatisme.

Penciptaan daerah otonomi baru dan seluruh komponen skema pembangunan pemerintahan presiden Jokowi di Papua, dengan sendirinya mengubah stigma dan paradigma tentang Bumi Cenderawasih yang tidak didefinisikan oleh teritori wilayah atau ras saja, tetapi kesamaan cita-cita kesejahteraan bersama.

"Kondisi Papua baru ini ialah kondisi ideal yang terus kita perjuangkan, agar masyarakat Papua dapat memahami jati dirinya, merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan dan merdeka dari segala bentuk kebuntuan, hingga Papua mampu melihat dirinya sebagai bagian utuh dari negara kesatuan republik Indonesia," ujar dia.

Bonny mengatakan bahwa pemekaran merupakan skenario percepatan pembangunan infrastruktural dan pembangunan manusia sekaligus.

Penciptaan daerah-daerah otonom baru, dalam paradigma pembangunan universal, diterima sebagai jalan alternatif dalam mengakhiri kebuntuan pembangunan, terutama di daerah terpencil dan rawan konflik.

"Pemekaran merupakan peluang potensial bagi masyarakat Papua dalam memajukan diri dalam semua gatra kehidupan," ujar dia.

Bonny menyadari penciptaan DOB seringkali dikritik melahirkan raja-raja kecil baru yang senafas dengan perluasan korupsi di tingkat daerah. Hal itu sering terjadi di semua negara dengan budaya politik parokial.

Analis politik, Bonny Hargens menyatakan bahwa istilah New Papua merujuk pada Papua hari ini dan masa depan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News