Pembuat Peti Mati di Indonesia Kewalahan Memenuhi Permintaan di Tengah Pandemi COVID-19

Rabu, 21 Juli 2021 – 20:45 WIB
Pembuat Peti Mati di Indonesia Kewalahan Memenuhi Permintaan di Tengah Pandemi COVID-19 - JPNN.com
Langkanya bahan baku menimbulkan kesulitan bagi pembuat peti di tengah pandemi COVID-19. (ABC News)

jpnn.com - Ari Rusmawan sudah bekerja sebagai pembuat peti di Jakarta Timur sembilan tahun lamanya.

Namun, ini pertama kalinya ia dan rekannya kesulitan memenuhi permintaan di tengah banjirnya pesanan untuk pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

Sebelum pandemi, Ari dan rekannya paling banyak 10 peti per hari.

Kini, mereka harus membuat paling sedikit 30 peti per hari.

Indonesia telah disebut sebagai episentrum baru virus corona karena jumlah kasus dan kematian yang terus bertambah akibat menyebarnya varian Delta.

Sejak beberapa minggu terakhir, rata-rata terdapat 49.435 kasus dengan lebih dari 1.000 kematian per hari.

Rumah sakit kewalahan, demikian juga pembuat peti dan petugas pemakaman.

Walau banyak pesanan peti yang "seringkali tidak terpenuhi", perusahaannya, CV Sahabat Duka, mengirimkan setidaknya 100 peti dalam dua minggu ke setiap instansi seperti rumah sakit dan yayasan ambulans di Jakarta.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...