Pembunuh Pak Guru Itu Minta Nasi Goreng

Pembunuh Pak Guru Itu Minta Nasi Goreng
Jenazah Pak Guru Suwadi dimakamkan di TPU Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (14/4). Sejumlah siswa SMK 3 Balikpapan hadir dalam pemakaman tersebut. Foto: Dina/Kaltim Post/JPNN.com

“Ya, diam-diam saja. Di BAP (berita acara pemeriksaan) pun termenung saja. Jadi, kami belum mendapat jawaban terkait persoalannya,” pungkas dia.

Kabar terbunuhnya Suwadi, guru SMK 3 Balikpapan di tangan adik iparnya sudah sampai ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim. Ketua PGRI Kaltim Musyahrim menuturkan, pihaknya sudah mempelajari kasus pembunuhan tersebut.

Lantaran latar belakang kasus yang menimpa korban adalah permasalahan keluarga, Musyahrim mengungkapkan, PGRI Kaltim tak akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi.

“Kami memang memiliki lembaga bantuan hukum (LBH), namun tugasnya adalah melakukan advokasi untuk kasus-kasus hukum yang berkaitan langsung dengan profesi,” ujarnya.

Meski tak akan menurunkan tim investigasi kasus pembunuhan ini, PGRI Kaltim tak akan tinggal diam. Musyahrim mengungkapkan, pasti ada santunan terhadap keluarga yang ditinggalkan. Bagaimanapun, lanjut dia, korban adalah anggota PGRI Kaltim. “Dan memiliki hak untuk mendapat santunan,” ucapnya.

Soal besaran dan kapan santunan diberikan, Musyahrim tak menjelaskan lebih detail. Yang jelas, Musyahrim menyebut, santunan akan diberikan dalam waktu dekat. (*/fch/*/rdh/gel/rom/k11)


Polisi masih mengembangkan kasus pembunuhan guru bernama Suwandi, dengan tersangka Panji yang diduga depresi.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News