Pembunuhan Brigadir J: Analisis Reza soal Kode Senyap, Ada Peran Senior

Pembunuhan Brigadir J: Analisis Reza soal Kode Senyap, Ada Peran Senior
Analisis pakar psikologi forensik Reza Indragiri soal kode senyap di kasus pembunuhan Brigadir J kian tajam, singgung peran senior. Ilustrasi Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

"Apakah itu yang dimaksud Menko, dan apakah itu yang beliau potret ada di Polri, lagi-lagi saya tidak tahu," ucapnya.

Benarkah Ada Klik di Tubuh Organisasi Kepolisian?

Berikutnya, Reza menyinggung soal ada tidaknya klik di kepolisian.

Dia menyebut ada studi hampir 40 persen personel memandang bahwa klik di dalam tubuh institusi kepolisian sepatutnya dilarang.

"Keberadaan klik atau subgrup atau "geng" di dalam organisasi, termasuk institusi kepolisian, sudah menjadi keniscayaan dari masa ke masa," ujar Reza.

Menurut dia, berpijak pada fenomena universal itu, pimpinan lembaga kepolisian memang perlu mewaspadai adanya kelompok-kelompok di lingkup internalnya yang berpotensi mengganggu, termasuk mengganggu kerja penegakan hukum.

Klik membuat organisasi kepolisian "ideal" bagi terjadinya manuver saling sikut (politicking) yang dampaknya terhadap organisasi bisa jauh lebih serius daripada "sekadar" masalah pengungkapan kasus itu sendiri.

Untuk itu, Reza menilai sangat konstruktif apabila pimpinan institusi kepolisian menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak menghalang-halangi ataupun mengintervensi kerja penegakan hukum.

"Setiap pelanggar instruksi tersebut perlu dikenai sanksi organisasi, bahkan mungkin, sanksi pidana," katanya.

Analisis pakar psikologi forensik Reza Indragiri soal kode senyap di kasus pembunuhan Brigadir J kian tajam, singgung peran senior.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News