Pemeriksaan Amien Rais Cs Bisa Jadi Untungkan Prabowo-Sandi

Pemeriksaan Amien Rais Cs Bisa Jadi Untungkan Prabowo-Sandi
Muhammad Amien Rais (pakai peci) menggelar jumpa pers sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10) siang WIB. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno bisa jadi justru menguntungkan bagi duet usungan Koalisi Indonesia Adil Makmur itu di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut pengamat politik Ziyad Falahi, jika nama-nama dari kubu Prabowo - Sandi terbukti sebagai korban kebohongan Ratna Sarumpaet maka hal itu bisa menjadi insentif elektoral.

Ziyad mengatakan, jika terbukti kubu Prabowo - Sandi menjadi korban dusta Ratna maka masyarakat akan bersimpati. Apalagi jika dalam proses pemeriksaan ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan, maka publik akan makin bersimpati pada duet politikus Gerindra itu.

"Jadi, segala kemungkinan bisa terjadi. Misalnya jika abuse of power, justru suara pasangan calon presiden nomor 2 bisa naik," ujar Ziyad, Kamis (18/10).

Namun, direktur Pusat Kajian Survei Opini Publik itu juga melihat adanya kemungkinan pemeriksaan terhadap Amien Rais dan kawan-kawan berpotensi semakin meningkatkan elektabilitas pasangan Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin. Apalagi jika sampai Ratna berdusta atas dasar skenario kubu Prabowo - Sandi, maka elektabilitas duet usungan Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat itu bakal tergerus.

"Intinya, jika Amien (dan sejumlah nama lain yang diperiksa sebagai saksi) bersalah secara hukum, tentu elektabilitas Prabowo-Sandi bisa berkurang," kata Ziyad.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya telah memeriksa beberapa nama dari kubu Prabowo - Sandi sebagai saksi kasus Ratna. Antara lain Amien Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Nanik S Deyang.(gir/jpnn)


Pengamat politik Ziyad Falahi mengatakan, jika nama-nama dari kubu Prabowo-Sandi terbukti sebagai korban kebohongan Ratna maka hal itu bisa menjadi insentif.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News