Pemerintah Jaga Keseimbangan Ketersediaan Beras dengan NTPP

Pemerintah Jaga Keseimbangan Ketersediaan Beras dengan NTPP
Arief Prasetyo Adi. Foto: source for JPNN

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Oktober 2022 NTPP tercatat mulai bangkit melampaui angka 100. Saat itu, NTPP ditetapkan 100,41 dan makin bertumbuh selama tahun 2023.

Indeks rerata NTTP setahun penuh selama 2023 ada di 107,63 dengan capaian indeks tertinggi pada Oktober 2023 di 114,55. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16.

“Pertumbuhan NTPP seperti ini mengartikan sedulur petani tanaman pangan semakin sejahtera. Langkah importasi yang dilakukan pemerintah tidak begitu berdampak negatif. Ini karena kita memastikan importasi yang dilakukan adalah importasi yang terukur dan sesuai kalkulasi, serta hanya dipergunakan untuk pelaksanaan program pemerintah saja,” ujar Arief.

Menyambut panen raya yang diperkirakan pada Maret 2024 mendatang, Arief mengungkapkan pihaknya bersama Kementerian Pertanian serta stakeholder terkait lainnya akan berkoordinasi mempersiapkan penyerapan yang optimal, untuk mencegah jatuhnya harga di tingkat petani dan pada saat yang sama, pengisian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari produksi dalam negeri dapat terpenuhi dengan baik.

“Saat ini, kami mempersiapkan CPP jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saat diperlukan CPP tersebut dapat dimanfaatkan untuk intervensi antara lain penyaluran bantuan pangan, operasi pasar, dan keadaan darurat,” tuturnya.

Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Namun, sejak tanggal 8 Februari hingga 14 Februari 2024, bantuan pangan beras tersebut dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada 15 Februari 2024 setelah pencoblosan Pemilu 2024.

“Sesuai arahan Bapak Presiden memang disampaikan kami harus hargai proses pemilu sehingga diputuskan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras ini," katanya.

"Namun, khusus program lain selain bantuan pangan pemerintah tetap berjalan untuk kebutuhan masyarakat luas. Pengiriman beras ke pasar tradisional, modern market outlets, Pasar Induk Beras Cipinang, tetap harus,” imbuh Arief.

Pemerintah terus menyeimbangkan ketersediaan beras nasional dengan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News