JPNN.com

Pemerintah Kejar Target Luasan Sawah yang Dilindungi

Jumat, 22 November 2019 – 06:53 WIB Pemerintah Kejar Target Luasan Sawah yang Dilindungi - JPNN.com
Lahan pertanian. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah terus mengejar target luasan lahan sawah abadi atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini yang terdata mencapai 5 juta hektare. Luasan tersebut masih 70,3 persen dari total lahan baku sawah versi Kementerian ATR/ BPN yang akan ditetapkan sebagai lahan sawah abadi, yaitu 7,1 juta hektare.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemerintah kini sedang melakukan verifikasi terhadap sisa lahan 2,1 juta hektare. "Kami upayakan agar semua lahan sawah yang produktif tidak boleh diganggu gugat," ujar Mentan Syahrul, Kamis (21/11).

LP2B merupakan bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten. Tujuannya, agar menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Mentan Syahrul menekankan, pemerintah berupaya mempertahankan lahan sawah yang termasuk dalam LP2B. Upaya ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang diteken Presiden Joko Widodo pada September 2019.

"Perpres tersebut utamanya ditujukan agar tingkat alih fungsi lahan pangan, khususnya sawah menjadi nonsawah, semakin terkendali," kata Mentan Syahrul.

Menurut catatan Ditjen PSP, 5 juta hektare LP2B sudah terverifikasi merupakan sawah dengan irigasi yang bagus. Tingkat produktivitasnya cenderung bervariasi, yaitu antara 5,2 ton per hektare hingga 8,0 ton per hektare tiap sekali musim tanam.

"Kalau setiap tahun, ditanam tiga kali, ya tinggal dikalikan tiga," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy mengatakan, akhir-akhir ini banyak kepala daerah yang mengusulkan untuk melakukan ahli fungsi terhadap lahan sawah. Baik untuk dijadikan sebagai kawasan industri ataupun pemukiman.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...