Pemikiran Gus Dur Dinilai Masih Sangat Relevan

Pemikiran Gus Dur Dinilai Masih Sangat Relevan
KH Mustofa Bisri saat memberikan tausiyah pada acara Tahlil Akbar dan peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur, Kamis (27/9) malam di Ciganjur, Jakarta Selatan. Foto : Arundono W/JPNN
Dalam kesempatan sama KH Mustofa Bisri menceritakan sosok sahabat, guru, dan manusia langka bernama Gus Dur.   "Gus Dur itu sangat berani, termasuk menentang arus kekuasaan dan siapa pun akan dilawan. Tapi keberanian itu didasarkan atas kebenaran dan kecintaan pada sesama," kata Mustofa.    

Dalam memperingati 1000 hari wafatnya Gus Dur, pria yang karib disapa dengan panggilan Gus Mus itu mengajak seluruh umat untuk hidup sederhana, dan tidak korupsi. "Ini bentuk implementasi sikap hidup sederhana Gus Dur," katanya.  

Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Agama Suryadharma Ali, Mendikbud M Nuh, Ketua MK Mahfud MD, mantan Menag Basyuni, anggota BPK Ali Masykur Musa, mantan Menteri Urusan Peranan Wanita, Khofifah Indar Parawansa, Akbar Tandjung, Pimpinan Ponpes Assidiqqiah Nur Iskandar SQ, pengamat Islam dari Jepang, Mitsuo Nakamura dan sejumlah pengamat dari beberapa negara. (fas/jpnn)

JAKARTA - Pemikiran KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) khususnya tentang pluralisme, hingga saat ini masih sangat relevan. Apalagi dalam kehidupan keagamaan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News