Jumat, 20 Juli 2018 – 12:01 WIB

Pemilu Malaysia: Milenial yang Sia-siakan Potensi

Minggu, 06 Mei 2018 – 13:38 WIB
Pemilu Malaysia: Milenial yang Sia-siakan Potensi - JPNN.COM

jpnn.com - Sampai akhir 2017, 40 persen dari total jumlah warga Malaysia yang punya hak suara adalah generasi milenial. Yakni, yang lahir antara 1980–1994.

Sayang, meski punya potensi besar untuk mengubah masa depan negeri, generasi milenial tak punya kepedulian terhadap politik.

’’Saya tidak tahu banyak (soal pemerintahan). Dan, saya tidak terlalu peduli juga. Yang saya perhatikan hanya perekonomian yang kian lama kian menyedihkan. Saya tidak mau berakhir jadi orang miskin,’’ kata Alya Aziz, mahasiswi 22 tahun, yang diwawancarai tim BBC di Malaysia pekan ini. Karena itulah, Alya memutuskan tidak mendaftarkan diri sebagai pemilih.

Saat ini Komisi Pemilu alias Election Commission (EC) alias Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) mencatat sekitar 18,7 juta orang sebagai pemilih yang sah. Sebanyak 40 persen di antaranya berusia 21–39 tahun.

Artinya, jumlah pemilih yang merupakan generasi milenial meningkat 10 persen jika dibandingkan dengan pemilu atau general election (GE) sebelumnya. Yakni, GE13 pada 2013.

Jika Alya memilih tidak ikut GE14 pada 9 Mei nanti, Leonie Leong beda lagi. ’’Sebenarnya, saya ingin ikut. Tapi, saya terlambat mendaftar. Sebab, memberikan suara dalam pemilu tidak pernah menjadi prioritas saya,’’ kata perempuan 27 tahun itu sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (5/5). Maka, sama seperti Alya, Leonie pun tidak akan memberikan suara dalam GE14.

’’Dalam benak saya, jika saya ikut memilih, suara saya hanya akan menjadi bagian dari suara rakyat yang di parlemen bisa jadi tidak ada artinya,’’ lanjut Leonie.

Hasil pemungutan suara 9 Mei memang hanya akan memetakan kekuatan di parlemen. Jika ada partai atau koalisi partai yang meraup suara mayoritas, pemerintahan otomatis jatuh ke tangan si pemenang.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar