Pemprov DKI Lacak Hilangnya Gakin

Pemprov DKI Lacak Hilangnya Gakin
Pemprov DKI Lacak Hilangnya Gakin
Terkait dengan tuntutan sejumlah kalangan agar hasil temuan inspektorat segera diumumkan ke publik, Sukesti menegaskan, hal itu tidak akan dilakukan. Pasalnya, Inspektorat hanya bertanggungjawab kepada gubernur. ”Laporan inspektorat hanya kepada gubernur. Saya minta maaf tidak bisa mengumumkan. Namun sampai sekarang sedang mengumpulkan data dan fakta,” ungkapnya.

   

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emawati yang juga hadir dalam pertemuan itu juga angkat bicara. “Yang hilang itu arsipnya. Sebanyak 94 boks. Namun, kita sudah minta dari rumah sakit dan sudah mendapatkan soft copy-nya. Dan sudah diterima oleh BPK (badan pemeriksa keuangan),” beber dia.

   

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Dien saat INDOPOS mengkonfirmasi jumlah berkas yang hilang, beberapa waktu lalu. Saat itu, dirinya menegaskan tidak ada satupun berkas yang hilang. Sebab telah dipertanggungjawabkan dalam pemeriksaan oleh BPK.  Kontroversi pernyataan di waktu berbeda itulah yang justru menimbulkan kecurigaan. Apalagi, penggunaan dana APBD untuk layanan kesehatan gakin itu merupakan salah satu prioritas Pemprov DKI. Bahkan cenderung mengalami peningkatan jumlah pada beberapa tahun anggaran belakangan ini.

   

Kendati demikian, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat rencananya akan diumumkan langsung oleh Gubernur Fauzi Bowo. Sebab orang nomor satu di DKI itu telah berjanji untuk menelusuri kasus tersebut secara tuntas. Apalagi menyangkut penggunaan anggaran sebesar Rp 26,42 miliar lebih. (rul)

JAKARTA - Guna mengungkap kasus hilangnya berkas pasien keluarga miskin (gakin) 2008, Kepala Inspektorat Pemprov DKI, Suketi Martono akhirnya angkat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News