Pemprov Jateng Berkomitmen Melestarikan Batik Lasem

Pemprov Jateng Berkomitmen Melestarikan Batik Lasem
Ilustrasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) kompak mengenakan batik di acara Yaqowiyu Ki Ageng Gribig di Klaten, Kamis (23/9). Foto: dok pribadi for jpnn

jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen merawat dan menjaga kelestarian batik Lasem.

Pemda bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk bersinergi melalui mitra tanggung jawab sosial perusahaan Business and Export Development Organization (BEDO), memberikan keterampilan wirausaha dan kemampuan pemasaran bagi para perajin.

Para perajin batik Lasem dihubungkan dengan desainer untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan.

"Pengembangan batik Lasem menjadi aneka ragam pakaian siap pakai merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan batik Lasem ke khalayak yang lebih luas," ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Siti Atikoh dalam keterangannya, dipublikasikan Jumat (22/4).

Batik asal Lasem asal Kabupaten Rembang memiliki ciri khas perpaduan motif batik Jawa dan corak Tiongkok.

Hal tersebut merupakan hasil dari akulturasi budaya sejak akhir abad ke-14 Masehi ketika armada pimpinan Laksamana Cheng Ho singgah di Nusantara.

Pemda juga membuat sebuah merek untuk menaungi para perajin yang ikut dalam pelatihan, yaitu 'Batik Lasemku'.

Merek tersebut sudah diperkenalkan pada perhelatan Rembang Fashion Parade 2 November 2021 lalu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Rembang berkomitmen melestarikan batik Lasem dengan memberi keterampilan bagi para perajin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News