Penambangan Pasir Darat Liar Kembali Marak di Batam

Penambangan Pasir Darat Liar Kembali Marak di Batam
Anggota Ditpam BP Batam menertibkan tambang pasir ilegal di Tembesi, Sagulung dengan membakar peralatan tambang, Rabu (14/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Tanah-tanah yang dibuang terancam mendangkal dan mempersempit pinggir dam. Kondisi pinggiran dam juga memprihatinkan sebab gerbang dan tandus.

Sejumlah pekerja di lokasi tambang pasir itu saat mengetahu kedatangan wartawan, tampak tak terima. Mereka meminta wartawan tidak mengambil gambar ataupun menulis aktivitas mereka.

Mereka enggan berkomentar banyak dan meminta agar segera keluar dari lokasi tambang pasir itu. "Kami cuma cari makan. Tak usah tulislah," ujar seorang pekerja.

Masih di lokasi yang sama, Batam Pos juga melihat lokasi tambang pasir lain yang berada di dekat perkebunan warga. Lokasi tambang pasir itu memang tak ada aktivitas Selasa siang.

Namun sejumlah truk pengangkut pasir dan satu unit alat berat parkir di dekat lokasi tambang itu. Beberapa pria yang diduga pekerja tampak menjaga lokasi tambang pasir
tersebut.

Setiap warga yang datang ke lokasi tambang pasir dicegah termasuk Batam Pos. Mereka tak ingin aktivitas mereka diketahui banyak orang ataupun diliput media.

Selain di lokasi tersebut, lokasi tambang pasir juga terlihat di bibir dam lainnya di belakang perumahan Medio Raya.

Meskipun tak ada lagi aktivitas tambang lagi, namun di lokasi masih terlihat beberapa unit mesin penyedot pasir yang diletakan dekat lembah yang dijadikan lokasi tambang pasir.

Aktivitas penambangan pasir darat di pinggir Dam Tembesi, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, masih terus berlangsung.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News