Pendapat Mahyudin Soal Densus 88 Bawa Senjata Masuk Kampus

Pendapat Mahyudin Soal Densus 88 Bawa Senjata Masuk Kampus
Tim Densus 88 menggeledah salah satu gedung di kampus Unri, Sabtu (2/6). Foto: Defrizal/Riau Pos

jpnn.com, BONTANG - Aksi Detasemen Khusus 88 Antiteror yang menangkap eks mahasiswa Universitas Riau (Unri), Pekanbaru di lingkungan kampus mendapat sorotan.

Pasalnya, petugas menenteng senjata masuk kampus untuk menangkap pelaku terduga teroris mirip ketika orde baru.

Menyikapi aksi tersebut, Wakil Ketua MPR Mahyudin enggan menyalahkan sikap densus. Pasalnya, apa yang dilakukan itu, kata dia, sudah menjadi tugasnya.

“Itukan sudah situasional, jadi tak perlu reaktif dengan yang seperti itu,” kata dia di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (6/6).

Mahyudin juga yakin pihak densus telah memiliki data-data dini yang cukup atas siapa saja yang terlibat.

"Kalau untuk pengawasan para mahasiswanya serahkan saja kepihak universitas,” tambah dia.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengakui bahwa mahasiswa sangat rentan atas pengaruh-pengaruh radikal karena sifatnya bersemangat dan reaktif sehingga kadang tidak berpikir panjang.

"Ini bahaya apalagi kalau diselundupkan melalui agama," katanya.

Aksi Detasemen Khusus 88 Antiteror yang menangkap eks mahasiswa Universitas Riau (Unri), Pekanbaru di lingkungan kampus mendapat sorotan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News