JPNN.com

Penderita Asam Urat Boleh Dipijat?

Selasa, 16 April 2019 – 13:05 WIB Penderita Asam Urat Boleh Dipijat? - JPNN.com

jpnn.com - Penyakit asam urat sering kali identik dengan keluhan pegal-pegal dan nyeri. Tidak sedikit penderita asam urat menerima diagnosis ketika mengeluhkan pegal dan nyeri yang muncul, lalu saat diperiksa kadar asam uratnya sudah melampaui batas normal.

Untuk mengurangi keluhan pegal dan nyeri, banyak penderita asam urat yang memilih untuk dipijat. Bagaimana ilmu kedokteran memandang hal ini?

Penyakit asam urat atau disebut juga gout merupakan kondisi kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal.

Tingginya kadar asam urat tersebut dapat disebabkan karena dua hal, yaitu produksi asam urat dalam tubuh yang banyak atau ekskresi (pengeluaran) asam urat yang tidak optimal. Pada penderita asam urat, keduanya dapat terjadi secara bersamaan.

Beberapa faktor yang memicu penyakit ini antara lain makanan (terutama yang mengandung kadar purin tinggi), jarang berolahraga, serta kondisi kesehatan tertentu seperti kelebihan berat badan (obesitas) dan masalah fungsi ginjal.

Kadar asam urat yang tinggi tersebut beredar dalam darah dan menumpuk di sendi-sendi. Tumpukan asam urat menimbulkan gejala seperti nyeri sendi, kemerahan, dan sensasi hangat pada sendi, terutama di bagian ibu jari kaki. Jika dibiarkan, tumpukan asam urat akan menjadi tofus, yaitu benjolan keras yang merusak dan mengubah bentuk sendi.

Pijat dan asam urat

Demi bebas dari rasa nyeri dan pegal akibat asam urat, pijat menjadi salah satu pilihan bagi para penderita penyakit ini. Pijat memang bukanlah hal baru di dunia kedokteran maupun pengobatan alternatif.

Praktik pijat telah dilakukan sejak dulu dan dipercaya dapat mengurangi berbagai keluhan di tubuh, terutama yang menyangkut otot, tulang, dan sendi.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...