Pendidikan Induktif: Merajut Karakter Sekolah Menuju Potensi Optimal

Oleh Odemus Bei Witono - Direktur Perkumpulan Strada dan Mahasiswa Doktoral STF Driyarkara

Pendidikan Induktif: Merajut Karakter Sekolah Menuju Potensi Optimal
Direktur Perkumpulan Strada dan Mahasiswa Doktoral STF Driyarkara Odemus Bei Witono. Foto: Dokumentasi pribadi

Model pembelajaran semacam itu tidak hanya melatih kemampuan berpikir elementer, tetapi juga membuka pintu bagi perkembangan berpikir deduktif, deduktif-induktif, dan ineratif.

Pada tingkat pendidikan dasar, sangat penting untuk memberikan perhatian pada dimensi psikomotorik dan afektif melalui penerapan pengalaman sehari-hari.

Dengan mengadopsi metode pembelajaran berpikir induktif, diharapkan sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan, bersifat responsif terhadap keberagaman budaya lokal, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan.(***)

Keberagaman seharusnya menjadi aset berharga dalam membentuk karakter sekolah. Interaksi antarkebudayaan menjadi landasan penting dalam proses pendidikan.


Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News