Pendidikan Seks Dini Justru Menunda Remaja Beraktivitas Seksual

Pendidikan Seks Dini Justru Menunda Remaja Beraktivitas Seksual
Pendidikan Seks Dini Justru Menunda Remaja Beraktivitas Seksual

jpnn.com - KETIKA membicarakan pendidikan seks pada anak, kebanyakan orang tua biasanya akan galau memikirkan kapan dan bagaimana anak-anak akan belajar seks. Tidak jarang justru timbul kekhawatiran karena menganggap memberikan penjelasan soal seks pada anak bakal merusak kepolosan anak-anak.

Namun, kekhawatiran itu ditepis dosen senior bidang kesehatan dan pendidikan di Deakin University, Dr. Debbie Ollis. Menurutnya, memberi pendidikan seks pada anak tidak serta merta mendorong rasa ingin tahu mereka tentang seks yang tidak sehat atau membuat mereka melakukan aktivitas seksual dini.

"Sejumlah studi menunjukkan dengan memberi pendidikan seksual yang komprehensif, remaja benar-benar bisa menghindari aktivitas seksual. Bahkan untuk anak-anak, penelitian menunjukkan mereka bisa melakukan praktik aktivitas seksual yang lebih aman," kata Dr. Ollis seperti dilansir laman ABC.net.au, Minggu (13/4).

Penelitiannya juga menemukan bahwa anak-anak dan remaja justru berusaha mencari informasi tentang pendidikan seks lewat berbagai sumber termasuk internet, majalah, teman, atau televisi. Oleh karena itu, daripada anak-anak mencari informasi melalui caranya sendiri, lebih baik orang tua yang memfasilitasi mereka.

"Anak-anak akan mengajukan pertanyaan sesuai dengan usia mereka. Dengan kita memberi pemahaman dan pengetahuan, secara otomatis kita mempersiapkan mereka agar mampu menangani masalah yang akan dihadapi," papar Dr.Ollis.

Review penelitian tahun 2009 yang dilakukan UNESCO terhadap 87 studi di seluruh dunia menunjukkan, pendidikan seks dini tidak menyebabkan terjadinya aktivitas seksual pada remaja. Bahkan, temuan UNESCO menunjukkan lebih dari sepertiga pendidikan seks dini berhasil menunda aktivitas seksual. Selain itu, pendidikan seks dini juga tidak menyebabkan peningkatan jumlah pasangan seksual.

Bahkan, kajian ini bisa meningkatkan penggunaan kondom dan alat kontrasepsi pada pasangan yang sudah menikah. Selain itu, melalui pendidikan seks dini, remaja diajarkan untuk menunda hubungan seksual sampai mereka menikah.

"Kurangnya pengakuan bahwa remaja bisa aktif secara seksual justru memiliki konsekuensi negatif seperti tingginya tingkat kehamilan remaja di Amerika Serikat. Namun di negara seperti Belanda, Jerman, dan Perancis yang memiliki pendekatan komprehensif dan pendidikan seksual yang dimulai saat anak duduk di sekolah dasar, tingkat kejadian kehamilan remajanya lebih rendah," pungkas Dr Ollis.(fny/jpnn)


KETIKA membicarakan pendidikan seks pada anak, kebanyakan orang tua biasanya akan galau memikirkan kapan dan bagaimana anak-anak akan belajar seks.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News