Penembak Polisi di Tol Cipali Diduga Teroris

Penembak Polisi di Tol Cipali Diduga Teroris
Sebuah mural yang menentang aksi terorisme terlukis di pinggir Jalan Raya Ngagel, Surabaya, Rabu (16/5). Foto: Hanung Hambara/Jawa Pos

"Belum pernah ada satu kasus pun, penjahat jalanan atau bandar narkoba serta merta tanpa alasan yang jelas menembak atau membunuh polisi," jelasnya.

Kasus penembakan yang serta merta tanpa alasan jelas hanya dilakukan para teroris terhadap anggota kepolisian.

Kasus terakhir terjadi di Jember tahun lalu. Selain itu, beberapa kali polisi yang sedang bertugas diserang teroris dengan serangan bom bunuh diri.

"Jadi, melihat serangan di Tol Cipali patut diduga, pelakunya adalah teroris," kata Neta.

Sepertinya, lanjut Neta, mereka sengaja berdiri di pinggir tol agar polisi patroli datang, kemudian mereka menembaknya di bagian vital yang mematikan.

Jika dikaitkan dengan travel warning Australia pekan lalu, ujar dia, sepertinya kasus penembakan di Tol Cipali ini sebuah sinyal peringatan akan adanya serangan berikutnya.

Untuk itu Polri perlu mengantisipasi jaringan teroris pascaserangan di Tol Cipali. Polri tidak boleh lengah mengingat banyaknya orang asing yang mengikuti Asian Games.

"Selain itu, sudah saatnya Polri melengkapi mobil patrolinya dengan detektor senjata jarak jauh agar petugasnya di lapangan bisa lebih terlindungi saat bertugas," katanya. (boy/jpnn)

Kasus penembakan di Tol Cipali ini sebuah sinyal peringatan akan adanya serangan berikutnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News