Penerimaan Bea Cukai Pekanbaru dan Tasikmalaya hingga September Menggembirakan

Penerimaan Bea Cukai Pekanbaru dan Tasikmalaya hingga September Menggembirakan
Petugas Bea Cukai memberikan pelayanan aktivitas ekspor. Foto: Humas Bea Cukai.

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Pekanbaru dan Tasikmalaya berhasil mencatatkan penerimaan yang menggembirakan meski dihadapkan pada tantangan cukup berat di masa pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Bea Cukai Pekanbaru Prijo Andono dalam keterangannya pada Rabu (7/10) mengatakan, aktivitas perekonomian nasional di tengah pandemi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai.

Namun demikian, beberapa langkah strategis yang telah disiapkan mampu mengoptimalkan penerimaan negara, sehingga target yang ditetapkan diupayakan dapat dicapai.

Hingga hingga Triwulan III pada September 2020, kata Prijo, total realisasi penerimaan Bea Cukai Pekanbaru sudah mencapai Rp 102.747.088.985, dari target penerimaan Rp 120.524.333.000 atau terealisasi sebesar 85,25 persen.

“Dari total penerimaan tersebut, bea keluar menjadi salah satu pendongkrak penerimaan Bea Cukai Pekanbaru," kata Prijo.

Tercatat, hingga 30 September 2020, total realisasi penerimaan bea keluar di Bea Cukai Pekanbaru sudah mencapai Rp 42.301.027.149 atau 152,55 persen, dari target penerimaan bea keluar sebesar Rp 27.729.455.000.

Peningkatan penerimaan negara dari Bea Keluar ini menurutnya menunjukkan dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia, terutama bagi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selain itu, realisasi ini juga menggambarkan bahwa kegiatan ekspor produk dalam negeri lebih meningkat dibandingkan impor yang tentunya akan menambah devisa negara.

Penerimaan Bea Cukai Pekanbaru dan Tasikmalaya menggambarkan aktivitas ekonomi mulai bangkit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News