Pengamalan Nilai Pancasila & Kepastian Hukum Harus Dilakukan untuk Membangun Papua

Pengamalan Nilai Pancasila & Kepastian Hukum Harus Dilakukan untuk Membangun Papua
Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Willem Wandik. Foto: dokumentasi pribadi

"Damai di mana? Tentunya secara harfiah, menunjukkan tempat, yaitu Tanah Papua. Jika 'tesis' yang diajukan dalam narasi besar, tentang tempat yang bernama Tanah Papua itu, disandingkan dengan tujuan, cita-cita, harapan, goals, dan destinasi tentang 'keadaan damai', maka, pertanyaan yang perlu untuk diajukan, Apakah Tanah Papua itu sedang tidak damai?" kata Wandik.

Menurutnya, untuk menjawab hipotesis 'damai' tersebut seluruh pihak perlu mencari tahu maksud dan tujuan mengapa Tanah Papua membutuhkan kalimat 'damai'.

"Secara harfiah, kebalikan atau negasi dari kata damai itu berarti konflik. Konflik secara sederhana berarti adanya kesenjangan, baik dari sisi pikiran atau konsepsi maupun pada bentuk tindakan yang di harapkan terjadi atau tidak terjadi," ujarnya.

Lantas dia mempertanyakan, apa sejatinya yang sedang terjadi di tanah Papua. Apakah tanah Papua itu tanah yang damai? Ataukah tanah yang berkonflik?

Lebih lanjut, dia menuturkan beberapa poin yang disebut bahwa Pancasila bisa menjadi solusi tujuan damai di Papua, seperti yang sering didengungkan banyak pihak.

"Pertama-tama, mari kita maknai kata ber-Pancasila, yang dijelaskan dalam bentuk tekstualnya, di antaranya, Pancasila itu berisi adanya cita-cita tentang keyakinan terhadap Tuhan, mencintai sesama atas dasar kemanusiaan, dan menjunjung tinggi kemanusiaan," tutur Wandik yang juga merupakan anggota DPR RI dari Dapil Papua ini.

"Mencintai persatuan di tengah keberagaman dan bukan berharap menjadi satu identitas saja. Mempraktekkan musyawarah dalam setiap persoalan berbangsa, dan terakhir Pancasila itu mengajarkan setiap orang atau pemimpin untuk berbuat adil," ucap Wandik menambahkan.

Melihat substansi Pancasila, katanya, seharusnya tidak ada masalah yang diperbincangkan di tanah Papua.

Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw menyebut pengamalan dan penghayatan nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam membangun dan menciptakan kedamaian di Papua.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News