Pengamat: Ada Empat Catatan Kritis untuk Pilkada Serentak

Pengamat: Ada Empat Catatan Kritis untuk Pilkada Serentak
ilustrasi pilkada/ dok jpnn

Pangi menambahkan, nilai utama diperjuangkannya pilkada serentak adalah prinsip efektifitas dan efisiensi. Namun dari segi anggaran, pilkada serentak belum menunjukkan tanda biaya yang hemat, justru lebih boros dibandingkan pilkada- pilkada sebelumnya.

"Pilkada serentak tujuannya adalah efisien. Kalau indikator ini tidak tercapai sama saja bohong, buktinya masih boros. Prasyarat pilkada serentak yang hemat apabila dilakukan secara bersamaan di satu provinsi baik pemilihan guburnur, bupati dan walikota," sebut Pangi.

Selain itu desainnya pilkada serentak Desember 2015 belum menunjukkan sinyal efisiensi bisa dilihat dari anggaran yang semula Rp 5 triliun bergeser ke angka Rp 6,89 triliun. Pilkada serentak sebetulnya menghemat anggaran yang cukup signifikan apabila penyelenggaraannya secara bersamaan baik memilih gubernur, bupati dan walikota dalam satu provinsi.

Sementara dari 269 daerah yang ikut pilkada serentak Desember 2015 hanya 9 provinsi yang dilaksanakan pilkada serentak secara bersamaan dalam pemilihan gubernur, bupati dan walikota, sehingga prinsip bersamaan  bisa menghemat dan memangkas honor petugas KPPS, PPS, PPK dan PPL dan lain-lain.(fat/jpnn)


JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyelenggarakan pilkada serentak di 269 kabupaten/kota dan sembilan propinsi. Menurut pengamat politik


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News