Pengamat: Dua Menteri Sering Didemo Layak Diganti

Pengamat: Dua Menteri Sering Didemo Layak Diganti
MENYESAL: Ribuan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) kembali menggelar mimbar bebas, Senin (16/1) untuk menuntut pencabutan larangan penggunaan cantrang. Foto: radartegal.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, memang ada kemungkinan Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet.

Menurutnya, langkah perombakan menteri kemungkinan dilakukan Jokowi untuk mengakomodir desakan masyarakat.

"Reshuffle Kabinet mungkin saja kembali dilakukan Jokowi. Hal itu untuk mengakomodir desakan masyarakat yang tidak puas akan kinerja menteri dan menuntut untuk diganti," ujar Arbi Sanit, seperti diberitakan Indopos (Jawa Pos Group).

Menurut Arbi, menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, merupakan menteri yang sering didemo serta didesak untuk mundur.

"Namun reshuffle kabinet juga bisa dilakukan melihat perkembangan politik saat ini. Jokowi tentu ingin konsolidasi jelas Pilpres 2019. Inilah saatnya," kata dia.

Lebih lanjut Arbi mengatakan, untuk sosok pengganti menteri, bisa jadi dari partai koalisi. Kursi menteri akan diberikan ke partai pendukung pemerintah.

"Seperti ke Hanura, Nasdem dan bahkan juga menteri dari PDIP bisa ditambah," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Politik UI Sri Budi Eko Wardhani mengatakan, pergantian menteri merupakan hak prerogatif presiden. Termasuk nama-nama menteri yang saat ini santer dibicarakan. (dai/dil/esa)


Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, memang ada kemungkinan Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News