JPNN.com

Pengamat: Guru di Indonesia Antikritik, Maunya Gaji Besar, Kualitas Rendah

Selasa, 12 Mei 2020 – 07:41 WIB
Pengamat: Guru di Indonesia Antikritik, Maunya Gaji Besar, Kualitas Rendah - JPNN.com
Indra Charismiadji. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Selama belasan tahun mutu pendidikan Indonesia stagnan walaupun telah dianggarkan insentif tambahan bagi para guru berupa Tunjangan Profesi Pendidik (TPG).

Ini tergambar dari hasil PISA (Programme for International Student Assessment) yang menempatkan Indonesia di rangking kedua terakhir atau dari bawah.

"Bagaimana bisa meningkat mutu pendidikan di Indonesia kalau kualitas gurunya juga rendah," kata Pengamat dan Praktisi Pendidikan dari CERDAS (Center for Education Regulations & Development Analysis) Indra Charismiadji kepada JPNN.com, Selasa (12/5).

Indra menambahkan, kajian Bank Dunia menyebutkan tambahan insentif baru sebatas meningkatkan penghasilan pendidik tetapi tidak berdampak pada peningkatan kapasitas dan kualitas pendidik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga pernah mengungkapkan, 60 persen anggaran pendidikan atau sekira Rp 304 triliun di tahun 2020, terserap untuk gaji dan tunjangan guru tetapi kualitas pendidikan Indonesia jauh di bawah negara tetangga seperti Vietnam.

Yang paling menyedihkan dari situasi ini menurut Indra, ternyata para pendidik di Indonesia sangat anti-kritik.

Di dalam benak mereka menjadi guru artinya menjadi ‘yang mahabenar”.

Ungkapan seperti kacang lupa kulit, orang tidak tahu terima kasih atas jasa-jasa para guru, hanya sebatas komentator sepak bola saja yang hanya bisa memberi komentar tanpa bisa bermain bola, adalah kalimat yang biasa muncul dari para guru jika ada kritikan mengenai kapasitas dan kualitas mereka.

"Bagaimana bisa maju pendidikan kita kalau guru di Indonesia anti-kritik, maunya gaji besar, tetapi kualitasnya rendah. Ini juga pernah disampaikan Pak Jusuf Kalla saat masih menjabat wapres. Beliau heran, kalau diminta tingkatkan kualitas guru-gurunya diam. Giliran bicara soal kesejahteraan, semuanya riuh," tutur Indra.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo