Pengamat : Isu Jilbab Hanya Manuver PKS

Pengamat : Isu Jilbab Hanya Manuver PKS
Pengamat : Isu Jilbab Hanya Manuver PKS

Hitung-hitungan kasar PKS menyebutkan, pencitraan semacam ini diyakini sanggup  mendongkrak perolehan suara duet SBY-Boediono pada Pilpres mendatang. Apalagi, kata Mahfud, sejauh ini manuver politik untuk  membidik pemilih dari kalangan muslim memang belum banyak dilakukan tim sukses SBY-Boediono.

Mahfud menegaskan, PKS secara langsung bisa lebih mudah mengarahkan pilihan para kader dan simpatisan andai saran mengenakan jilbab diikuti pasangan SBY-Boediono. Diakui, istri capres-cawapres JK-Wiranto yang mengenakan jilbab menjadi daya tarik kuat bagi warga PKS. Meski partai sepenuhnya mendukung duet SBY-Boediono, namun sikap resmi partai itu tidak ada jaminan bakal diikuti seluruh kadernya.

Mahfud mengakui, PKS tidak bisa menjaga konstituennya 100 persen memilih SBY-Boediono. "Tapi berdasarkan pengalaman paling tidak sekitar 90 persen kader loyal ke partai," ujarnya. Sebelumnya, Wasekjen DPP PKS Zulkieflimansyah mengakui sebagian warga PKS hatinya masih ke JK-Wiranto dengan alasan istrinya berjilbab.(ysd/JPNN)

JAKARTA- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suhardi Suryadi membenarkan bahwa kader dan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News