Pengamat: Jokowi Perlu Kikis Jaringan Prabowo dan SBY di TNI

Pengamat: Jokowi Perlu Kikis Jaringan Prabowo dan SBY di TNI
Prabowo Subianto bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Kab. Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/07/2017). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai jaringan dan pengaruh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo masih sangat efektif di tubuh militer. Menurutnya, kondisi itu bisa membuat repot Presiden Joko Widodo yang akan mencalonkan diri lagi pada Pemilu 2019.

Ari mengatakan, politikus pasti menggunakan jaringan yang ada, termasuk di militer demi meraih kemenangan. Karena itu, Jokowi -panggilan beken Joko Widodo- merekrut Ketua Umum Pepabri Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moerdoko ke lingkaran dekatnya.

"Saya kira ini yang menjadi alasan masuknya dua jenderal di lingkaran dalam RI-1. Untuk  penguatan fondasi politik, menghadapi Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kemungkinan akan menjadi lawan politik di Pemilihan Presiden 2019 mendatang," ujar Ari kepada JPNN, Minggu (21/1). 

Pengajar di Universitas Indonesia itu lantas mengibaratkan Jokowi saat ini tengah bersiap menghadapi turnamen silat. Untuk bisa menang, sambung Ari, maka mantan wali kota Surakarta itu tersebut perlu mempersiapkan pendekar-pendekar terbaik. 

Karena itu Jokowi menggaet Agum untuk duduk di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sedangkan Moeldoko dipercaya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

Selain itu, kata pengamat yang akrab disapa dengan panggilan Arju itu, saat ini Jokowi juga perlu menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kemungkinan jurus rival potensialnya. Misalnya, Prabowo yang terlihat masih bakal diusung oleh Gerindra, ataupun SBY yang sedang menyiapkan AHY.

"Untuk dua nama mungkin bisa terbaca, yaitu Prabowo dan SBY yang dalam hal ini (memperjuangkan, red) AHY. Lebih terlihat karena sudah memiliki jaringan partai pengusung. Artinya, bisa dipersiapkan strategi apa yang akan diambil. Sementara untuk Gatot, belum dapat dibaca terlalu jauh, tapi sepertinya bakal berlabuh ke Partai Keadilan Sejahtera,” ucap Ari.(gir/jpnn)


Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai jaringan dan pengaruh Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo di TNI masih cukup kuat.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News