Pengamat UGM: Sudah Seharusnya Ganjar Gunakan Jargon Tuanku Rakyat

Pengamat UGM: Sudah Seharusnya Ganjar Gunakan Jargon Tuanku Rakyat
Bakal Capres 2024 Ganjar Pranowo. Foto: Ricardo/JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad mengomentari soal baliho dan jargon yang ditonjolkan bacapres 2024, Ganjar Pranowo, yakni Tuanku ya Rakyat.

Nyarwi mengatakan jargon itu tidak hanya ada pada baliho, tetapi juga di bio akun pribadi Ganjar pads Instagram serta Twitter.

“Itu sebagai jargon atau tagline dalam kampanye, tagline untuk merebut pengaruh pemilih. Ya wajar gitu loh. Dan itu sudah seharusnya dilakukan oleh sosok Ganjar yang maju sebagai capres,” ujar dia ketika dihubungi JPNN, Kamis (3/8).

Dia pun menyoroti jargon tersebut yang dianggap berlawanan atau kontradiksi dengan status Ganjar sebagai kader dari PDIP.

“Ganjar sebagai politisi saya kira memang sudah seharusnya mendeklarasikan rakyat adalah tuan, begitu ya. Karena, dalam demokrasi kan konsepnya begitu,” ujar dia.

Namun, di sisi lain, wajar jika ada yang menilai Ganjar sebagai petugas partai. Sebab, pada kenyataannya memang begitu. Ganjar merupakan petugas partai yang ditugaskan menjadi bacapres.

“Partai itu kan elemennya banyak, ada partai leader atau ketua umum partai, terus juga partai eksekutif orang-orang yang mengelola organisasi partai. Misalnya kayak sekjen, terus staf-staf dan seterusnya,” ujar dia.

“Yang ketiga itu partai officer ya, petugas partai, orang-orang yang ditugaskan oleh partai. Untuk maju sebagai kandidat, maju sebagai ini atau bahkan berkuasa menduduki jabatan publik. Itu juga petugas partai,” sambung dia.

Ganjar Pranowo dinilai sudah seharusnya untuk menonjolkan jargon Tuanku ya Rakyat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News