Pengecer Minyak Tanah Kompak Naikkan Harga

Pengecer Minyak Tanah Kompak Naikkan Harga
Pengecer Minyak Tanah Kompak Naikkan Harga
Ia mangaku, harga yang diterapkannya itu juga masih sebatas wajar dan tidak terlalu mahal seperti kebanyakan pengecer atau pangkalan lainnya yang menaikkan harga hingga Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per lima liter. Dinaikkannya harga itu juga berdasarkan kesepakatan antar pengecer lainnya. Kata dia, ini untuk mengantisipasi kenaikan minyak tanah yang akan berlaku  1 Mei nanti, karena sudah tidak ada minyak tanah bersubsidi. “Antar pengecer kompak untuk naikkan harga. Kita sengaja hanya menaikkan Rp 20 ribu per lima liter, karena kasihan warga juga banyak yang tidak mampu, ada kerja bangunan, buruh dan pembantu juga ada,” terangnya.

Sementara itu Alfin, salah satu pemilik pangkalan minyak tanah di bilangan Karang Bugis mengaku masih menerapkan HET, meskipun jatah yang diterimanya jauh berkurang dibanding kondisi normal. Ini membuat pendapatannya berkurang, sebab dengan ditariknya subsidi minyak tanah dan harga tidak naik, penjualan menurun drastis.

“Kalau rugi tidak, tapi penjualan turun karena jatah berkurang,” tegasnya.

HET yang ditetapkan pemerintah menurut Alfin harus dijalankan karena merupakan aturan yang harus dipatuhi, meskipun membuat pendapatan pengusaha kecil seperti dirinya menurun. Sebelum penarikan subsidi minyak tanah diberlakukan, pengusaha ini mengaku mendapat suplai dari agen sebanyak 4 drum setiap hari atau 800 liter. Tapi saat ini jatahnya dibatasi hanya 2 drum atau 400 liter dua hari sekali, minus hari minggu dan hari nasional.

TARAKAN – Walikota Tarakan mengeluarkan surat edaran kepada para penjual minyak tanah se Kota Tarakan. Dalam surat edaran Nomor : 510/540.a/DPPK

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News