JPNN.com

Penggusuran Ruli Berkahir Ricuh, Polisi Tembakan Puluhan Gas Air Mata

Selasa, 24 November 2015 – 02:09 WIB
Penggusuran Ruli Berkahir Ricuh, Polisi Tembakan Puluhan Gas Air Mata - JPNN.com
Sebagian warga yang rumahnya digusur melakukan perlawanan, Senin. (Foto: Batampos.co.id /JPNN.com

BATUAMPAR - Proses penggusuran rumah liar (Ruli) di Jalan Duyung, komplek Orchid Mas, depan hotel Oasis, Batuampar rusuh. Puluhan tembakan gas air mata akhirnya membubarkan massa hingga akhirnya puluhan ruli berhasil digusur.

Sebelum proses penggusuran berlangsung, puluhan warga yang terdiri dari kaum wanita dan anak-anak menghalangi jalan masuk ke ruli sekitar pukul 08.30 WIB. Sementara kaum pria tampak membawa senjata berupa parang, samurai, busur panah hingga kayu. Tak hanya itu, mereka juga membakar ban bekas yang disiram bensin untuk menghalangi proses penertiban lahan.

"Harga mati untuk tanah ini. Kami tak akan biarkan siapapun menyentuh rumah dan tanah ini," teriak seorang pria yang disambut warga lainnya seperti dikutip dari batampos.co.id (JPNN.com Group), Senin.

Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan anggota terpadu yang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP dan Ditpam tampak bersiap-siap memasuki lokasi. Dua mobil water canon Polresta Barelang melaju pelan memasuki jalan kawasan ruli tersebut. Disusul puluhan anggota polisi berseragam lengkap. Mendapat perlawanan.

Warga langsung menyiram ban bekas yang dibakar dengan bensin. Alhasil api bertambah besar, namun petugas tak kehilangan akal mereka langsung menyiram api dengan water canon.

Tak hanya itu, puluhan polisi juga menembakan gas air mata ke arah warga yang menghalangi jalan. Letupan gas air mata akhirnya membubarkan massa yang mayoritas kaum wanita dan anak-anak. Sedangkan beberapa warga yang mencoba melawan petugas langsung diamankan.

Usai membubarkan massa, petugas pun membawa dua alat berat berupa beko yang langsung meratakan puluhan ruli. Tak cukup satu jam, puluhan ruli yang awalnya berdiri kokoh akhirnya rata dengan tanah. 

Kepala Ditpam BP Batam Cecep Rumana mengatakan penertipan terpaksa dilakukan karena tak ada inisiatif dari warga untuk pindah dan mengosongkan lahan milik PT Jaya Mandiri Sejahtera (JMS). Padahal, pihaknya sudah memberikan beberapa kali peringatan. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...