Pengungsi Korban Gempa di Mamuju Trauma Pulang ke Rumah

Pengungsi Korban Gempa di Mamuju Trauma Pulang ke Rumah
Anak-anak korban gempa bermain di depan tenda-tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju, Jumat (10/6). ANTARA/Amirullah

jpnn.com, MAMUJU - Warga yang mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, hingga hari ketiga pascagempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang mengguncang wilayah itu masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Di Stadion Manakarra, Mamuju pada Jumat, puluhan anak-anak terlihat bermain di depan tenda-tenda pengungsian.

Walaupun hujan deras mengguyur, namun sejumlah anak-anak tetap terlihat riang, seolah melupakan trauma gempa yang mereka alami.

Begitupun dengan para Ibu-ibu, dengan wajah lebih terlihat bertahan di tenda-tenda pengungsian di Stadion Manakarra Mamuju.

Berbeda dengan hari sebelumnya, yakni pada Kamis (9/6), Stadion Manakarra Mamuju dipadati ratusan pengungsi di tengah aktivitas para sukarelawan memberikan bantuan kepada warga yang mengungsi.

"Hari ini, sebagian besar pengungsi, umumnya laki-laki beraktivitas di luar, seperti pada hari biasa. Tetapi, mereka akan kembali pada malam hari," kata salah seorang pengungsi, Rahman.

Ia bersama warga lainnya mengaku memilih tetap bertahan karena masih khawatir kemungkinan adanya gempa susulan, walaupun sebelumnya sudah ada imbauan dari BNPB agar mereka kembali ke rumah masing-masing.

"Kami masih trauma dan memilih tetap bertahan sampai benar-benar kami yakin sudah aman. Jadi, kalau siang, kami bekerja seperti bisa tetapi kami kembali ke sini (pengungsian) pada malam hari," tuturnya.

Hingga hari ketiga pascagempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Mamuju, warga masih bertahan di pengungsian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News