JPNN.com

Penilaian Dahlan Iskan soal Presiden Jokowi Marahi Para Menteri

Selasa, 30 Juni 2020 – 22:55 WIB
Penilaian Dahlan Iskan soal Presiden Jokowi Marahi Para Menteri - JPNN.com
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju (KIM) merupakan hal yang wajar.

Pasalnya, pemerintahan periode kedua Presiden Ketujuh RI itu sudah berjalan delapan bulan, namun kinerja KIM tak terlihat signifikan, termasuk dalam menghadapi pandemi penyakit virus corona (COVID-19) yang mengakibatkan krisis ekonomi.

"Jadi wajar (Jokowi, red) ingin ada percepatan, karena waktu terus berjalan," ujar Dahlan saat menjadi pembicara talk show Indonesia Lawyer Club (ILC) bertema Presiden Marah, Menteri Mana di Reshuffle? di tvOne, Selasa (30/6) malam.

Dahlan pun menyarankan agar Presiden Jokowi pada masa pemerintahannya yang tersisa empat tahun lebih memperhatikan dua bidang utama, yaitu pertanian serta teknologi dan komunikasi. Menurutnya, pertanian penting untuk ketahanan pangan.

"Wabah ini kan yang kena itu di perkotaan, penduduknya padat. Jadi tiga empat tahun ini kebutlah di bidang pertanian. Seandainya krisis berlanjut, kan pertanian sangat dibutuhkan untuk ketahanan pangan," ucap Dahlan di acara yang dipandu jurnalis senior Karni Ilyas tersebut.

Mantan direktur utama PLN itu juga menyoroti bidang teknologi dan komunikasi. Sebab, sejak pandemi Covid-19 melanda Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak memperlihatkan terobosannya.

Padahal pada masa pendemi seperti saat sekarang ini, seharusnya Kemenkominfo dapat mengambil peranan penting. Misalnya menciptakan sistem untuk tingkat nasional.

"Ada apa ini, kok momentum Covid-19 yang mendorong orang secara otomatis online, belum terwujud sistem secara nasional. Saya kira bidang ini juga perlu digenjot. Untuk bidang-bidang lain saya kira apa boleh buat, terhambat,” ucap Dahlan.(gir/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara