JPNN.com

Penjelasan Dahnil Anzar Simanjuntak Soal Penunjukkan Prabowo Memimpin Lumbung Pangan

Selasa, 14 Juli 2020 – 18:09 WIB
Penjelasan Dahnil Anzar Simanjuntak Soal Penunjukkan Prabowo Memimpin Lumbung Pangan - JPNN.com
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi pengembangan _food estate atau lumbung pangan nasional dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah pada Kamis (9/7). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Media Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut penunjukkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memimpin pengembangan lumbung pangan nasional sesuai dengan Undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

"Di pasal 6 di Undang-undang tersebut berbunyi begini, pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun dan membina kemampuan daya tangkal negara dan bangsa serta menanggulangi setiap ancaman," ucap Dahnil dalam keterangan resmi kepada awak media, Selasa (14/7).

Dahnil menjelaskan, potensi ancaman nirmiliter yakni krisis pangan. Ancaman itu pun sudah disampaikan jauh hari oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan organsiasi pangan dunia.

Dari situ pemerintah pun mempersiapkan program pengembangan lumbung pangan nasional di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Nah salah satu upaya oleh negara itu adalah mempersiapkan food estate di Kalimantan Tengah," ucap Dahnil.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu melanjutkan, pengembangan lumbung pangan di Kalimantan Tengah berfungsi sebagai cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara.

Sebab, pengembangan lumbung pangan di Kalimantan Tengah tidak seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian atau Bulog.

"Ini berfungsi sebagai cadangan strategis, cadangan logistik strategis yang nanti digunakan ketika kondisi darurat, kondisi krisis misalnya ketika supply pangan kita di masyarakat itu tidak cukup, misalnya kondisi darurat-darurat lainnya. Jadi ini seperti cadangan logistik strategis, ini akan digunakan sebagai cadangan logistik strategis di masa yang akan datang," tutur Dahnil.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...