Penjual Jamu, Sayur, dan Susu Jahe di Tengah Gempuran Wabah Corona

Penjual Jamu, Sayur, dan Susu Jahe di Tengah Gempuran Wabah Corona
Darman dan dagangannya saat melayani pembeli. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com - Jumlah warga positif terjangkiti virus corona Covid-19 di Indonesia makin hari terus bertambah. Hingga 2 April 2020, angkanya mencapai 1.790 orang. Ini membuat masyarakat waswas, takut tertular Covid-19.

Mesya M, Jakarta

DI balik musibah, pasti ada sisi positifnya. Seperti yang dirasakan tiga pedagang kecil ini yaitu Sri Lestari sang tukang jamu, Darman si tukang susu jahe merah, dan Kang Asep penjual sayur keliling.

Di saat banyak sktor ekononi tidak berdaya dihantam badai corona, ketiganya tetap eksis. Mereka bahkan jadi incaran para pembeli.

Darman, 54, baru saat ini merasakan "panen" hasil jualan susu jahe. Biasanya dia hanya menjual susu jahe sedandang ukuran sekitar 15 liter dari pukul 16.30 sampai pukul 00.00. Itupun jarang habis dan selalu bersisa.

Namun, sejak virus Covid-19 memporak-porandakan kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia, Darman malah kebanjiran pesanan.

Sebelum mulai jualan, Darman sudah ditunggui para pembeli. Sekali beli, minimal dua dan tidak sedikit yang borong sampai 20 bungkus.

Kala pertama Covid-19 mendera, ayah tiga anak itu menjual per bungkusnya Rp 5000. Corona makin menggila, Darman terpaksa menaikkan jadi Rp 6000 karena harga jahe merah terdongkrak dari Rp 40 ribu jadi Rp 80 ribu per kilogram.

Para penjual jamu, pedagang sayur keliling, juga penjual susu jahe merah, tetap eksis di tengah wabah virus corona, COVID-19.