Penyanyi #2019GantiPresiden Merasa Dikuntit Belasan Intel

Penyanyi #2019GantiPresiden Merasa Dikuntit Belasan Intel
Johni Sang Alang saat mengadu ke DPR, Selasa (28/8). Foto: M Fathra/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Johni Sang Alang menilai persekusi yang dilakukan oknum aparat terhadap pegiat #2019GantiPresiden di Pekanbaru sungguh sempurna. Berbeda ketika dirinya bersama Neno Warisman turun ke daerah lain seperti Kota Batam.

Salah satu perbedaan itu adalah jumlah aparat intelijen yang mengawasi mereka. Di Batam Alang mengklaim ada lima intel yang menguntitnya. Sedangkan di Pekanbaru, jumlahnya dua kali lipat, yakni 10 sampai 12 intel.

"Jadi di Pekanbaru ini kesempurnaan persekusi makin hebat," ucap Alang di depan pimpinan DPR dan perwakilan Komisi I dan II, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/8).

Di kasus Pekanbaru, oknum aparat yang diduga melakukan persekusi juga melontarkan ancaman yang sadis terhadap Neno.

"Ngomongnya memang benar kasar-kasar banget, ancamannya luar biasa. Saya pikir kalau saya nonton G30SPKI, mirip-mirip ancamannya. Misalnya lo ketemu kita bantai lah," ungkap penyanyi #2019GantiPresiden ini.

Neno Warisman yang hadir di forum tersebut juga menimpali apa yang disampaikan Alang. Menurut dia, ada satu ancaman yang menurutnya sangat vulgar ketika poses negosiasi pemulangannya secara paksa ke Jakarta.

"Ada satu lagi yang mengatakan, ini kalau enggak selesai juga saya lebih baik bunuh, satu nyawa. (Yang bilang) salah seorang di dalam rapat negosiasi. Pak Lukman yang dengar, saya mendingan saya bunuh satu," kata Neno menirukan ancaman tersebut.

Karenanya kepada pimpinan dewan, Alang memohon agar mereka segera memanggil kapolri dan kepala BIN untuk dimintai klarifikasi terakait dugaan persekusi yang mereka alami.

Johni Sang Alang menceritakan pengalaman yang disebutnya sebagai persekusi ketika acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News