Penyelundupan Sisik Trenggiling & Obat Ilegal Digagalkan Bea Cukai Soetta, Banyak Banget!

Penyelundupan Sisik Trenggiling & Obat Ilegal Digagalkan Bea Cukai Soetta, Banyak Banget!
Bea Cukai menggelar konferensi pers terkait penindakan bersama KLHK, BPOM dan DJBC terhadap ekspor ilegal sisik trenggiling dan obat tanpa izin edar

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan penyelundupan ekspor ilegal, berupa 53 kg sisik trenggiling dan 27 karton (600 kg) obat tradisional mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar.

Penindakan ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo menegaskan pihaknya senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti KLHK dan BPOM dalam upaya melindungi kelestarian sumber daya alam dan melindungi masyarakat dari konsumsi barang yang terlarang atau berbahaya.

"Ini sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai community protector,” tegasnya.

Gatot mengungkapkan penindakan sisik trenggiling dilakukan terhadap lima upaya penyelundupan yang dilakukan pada periode September hingga Oktober 2023 dengan pengirim inisial PT SDA tujuan Hongkong sebanyak empat kali dan perorangan di daerah Kalibata tujuan Denmark sebanyak satu kali.

Dia menjelaskan trenggiling termasuk ke dalam hewan yang dilindungi dan dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional menurut Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Hal ini sejalan dengan kerap dilakukannya penyalahgunaan sisik trenggiling sebagai bahan baku narkotika.

Adapun kerugian nilai barang ditaksir mencapai Rp 3 miliar ditambah kerugian immateriil, yaitu potensi kerusakan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya.

Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 53 kg sisik trenggiling dan 600 kg obat tanpa izin edar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News