JPNN.com

Perampok Emas 6 Kg di Tangerang Ternyata WN Malaysia

Kamis, 11 Juli 2019 – 11:44 WIB Perampok Emas 6 Kg di Tangerang Ternyata WN Malaysia - JPNN.com

jpnn.com, SERANG - Petugas gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten dan Satreskrim Polres Kota Tangerang berhasil mengungkap kasus perampokan Toko Emas Permata, Sabtu (15/6).

Kedua pelaku Muhammad Nazri Fadzil, 26, dan Muhammad Nur Iskandar, 24. Keduanya merupakan warga negara (WN) Malaysia. Hasil pemeriksaan terhadap pelaku, emas hasil rampokan dibuang ke tong sampah di Kuala Lumpur karena tidak laku dijual.

“Kasus perampokan toko emas di Balaraja sudah terungkap. Tiga hari yang lalu anggota kami kembali dari Malaysia. Pelaku kejahatan tersebut adalah dua orang warga negara Malaysia,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

BACA JUGA: Sambil Menenteng Samurai Kawanan Rampok Gasak Perhiasan Emas 6 Kg

Informasi yang dihimpun Radar Banten, sebelum kedua tersangka merampok Toko Emas Permata di Jalan Raya Serang Km 23,5 Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, keduanya terlibat perampokan di SPBU 34.15606 Km 43, Kampung Gelebeg, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Aksi perampokan keduanya terjadi pada Jumat (14/6) sekira pukul 17.55 WIB.

Kedua pelaku mendatangi SPBU tersebut dengan mengendarai minibus jenis Toyota Avanza warna putih nopol B 2069 UFC. Pelaku langsung keluar dan menodongkan benda mirip senjata api kepada karyawan SPBU Suci Rohati.

Takut ditembak, korban hanya bisa terdiam saat pelaku merampas tas pinggang berisi uang Rp 4,6 juta hasil penjualan bahan bakar minyak.

Usai menjalankan aksinya tersebut, pelaku kabur ke arah Tol Tangerang Merak. Sehari kemudian, pelaku menyatroni Toko Emas Permata. Aksi perampokan yang terjadi sekira pukul 09.19 WIB tersebut berlangsung cepat. Kedua pelaku langsung turun dari mobil dan langsung merangsek ke dalam toko emas. Pelaku menodongkan senjata mirip senjata api dan membawa samurai.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...