JPNN.com

Perampok Sadis Ini Sering Tembak Mati Korban, Kini Terduduk di Kursi Roda, Kakinya Bolong

Minggu, 28 Februari 2021 – 21:25 WIB
Perampok Sadis Ini Sering Tembak Mati Korban, Kini Terduduk di Kursi Roda, Kakinya Bolong - JPNN.com
Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH SIK saat press release tertangkapnya spesialis perampok sadis lintas provinsi. Foto: palpres.com

jpnn.com, SEKAYU - Sutarwan, 41, perampok sadis yang sempat buron 9 tahun ini akhirnya diringkus polisi di lokasi persembunyiaannya di Pematang Siantar, Sumatera Utara, Senin (22/2).

Warga Desa Lubuk Seberuk Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu terpaksa ditembak karena mencoba kabur.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH SIK mengatakan, pelaku bersama 11 orang komplotannya melakukan aksi perampokan di rumah korban Jasri dan Simon Simaremare menggunakan senjata api sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (11/9) lalu.

Dari perampokan itu komplotan ini membawa uang sebesar Rp 40 juta dari rumah korban Jasri dan uang Rp 53 juta, 2 suku cincin emas, 3 suku kalung emas, satu unit sepeda motor dari korban Simon Simaremare.

Para pelaku juga menembak anak korban yakni Chandra Simaremare sebanyak dua kali, dan menyiksa sejumlah korban.

“Pelaku ini diketahui memiliki banyak laporan tindak pidana yakni 2 laporan di Polsek Bayung Lencir, 3 laporan di Polsek Sungai Lilin, dan 3 laporan di Polres OKI, serta OKU Timur,” ujar Erlin didampingi Kabag Ops Kompol Zulkifli, Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin dan Paur Subbag Humas Iptu Indra Jaya, Jumat (26/2).

“Pelaku ini pemain lawas, spesialis perampok dobrak pintu, korban ditodong kalau melawan ditembak mati. Bukan hanya dalam Sumsel, komplotan pelaku ini juga merampok di Lampung, Jambi, dan Bengkulu. Bahkan aksi pelaku dan komplotannya telah membunuh sejumlah orang. Komplotan ini juga berperan sebagai pembunuh bayaran,” sambung dia.

Dengan ditangkapnya pelaku Sutarwan, kata Erlin, masih terdapat delapan pelaku lagi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sedangkan tiga pelaku lain telah ditangkap yakni Dwi Winarno dan Andi Prihariyabto, masing-masing divonis 12 tahun penjara, lalu Walang ditembak mati.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...