Perangi Hoaks, TikTok Gandeng Tim Ahli Cek Fakta

Perangi Hoaks, TikTok Gandeng Tim Ahli Cek Fakta
Ilustrasi logo aplikasi Tiktok. Foto: Antara

Setelah informasi dipastikan salah atau menyesatkan, TikTok mengambil langkah proaktif untuk menghapus konten sesuai dengan Panduan Komunitas dan memberi tahu pengguna.

"Kami berkomitmen untuk memerangi misinformasi yang berbahaya, yang berhubungan dengan bidang medis dan pemilu, media sintetis, berita palsu, dan konspirasi di platform kami, dengan Program Pemeriksaan Fakta baru ini," kata Arjun.

Kemitraan ini akan mencakup AFP yang bertugas di Filipina, Indonesia, Pakistan, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan Lead Stories memperluas cakupannya ke Thailand dan Korea.

Tim juga akan memeriksa dan memberikan rekomendasi seputar fungsi tertentu, termasuk kebijakan, produk, dan proses.

Awal bulan ini, TikTok juga telah meluncurkan Dewan Penasihat Keamanan Asia Pasifik, yang akan membantu memberikan saran tentang kebijakan moderasi konten dan masalah kepercayaan dan keamanan khusus untuk Asia Pasifik.

Dalam rangka membangun komitmen terhadap transparansi, Tiktok juga merilis Laporan Transparansi global untuk enam bulan pertama tahun 2020, yang merinci bagaimana TikTok bekerja untuk menciptakan platform yang aman dan terjamin.

"Misinformasi dan disinformasi adalah tantangan yang terus dihadapi industri ini dan kami yakin Program Pemeriksaan Fakta Asia Pasifik ini akan membantu memastikan bahwa pengguna kami dapat terus membuat dan belajar di TikTok dengan aman dan nyaman," pungkas Arjun. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

TikTok berkokitmen untuk menekan penyebaran informasi bohong (hoaks) di platform video mereka.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News