Perangi Tikus, Pak Camat Ajak Warga Kembangkan Burung Hantu

Perangi Tikus, Pak Camat Ajak Warga Kembangkan Burung Hantu
Perangi Tikus, Pak Camat Ajak Warga Kembangkan Burung Hantu

jpnn.com - DEMAK – Pemerintah Kecamatan Karangawen di Kabupaten Demak, Jawa Tengah segera mengembangkan budidaya burung hantu jenis tyto alba di Desa Sidorejo. Pengembangan burung predator itu bertujuan untuk mengurangi dampak kerusakan tanaman akibat ulah hama tikus.

Camat Karangawen, M Syahri mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat untuk mematangkan rencana pengembangan burung hantu. Sebelumnya, program pengembangan burung hantu sudah dicoba di Desa Tlogoweru yang berdekatan dengan Desa Sidorejo.

 “Kita koordinasi dengan Desa Tlogoweru dan Desa Sidorejo agar upaya ini dapat terwujud. Koordinasi langsung dibawah komando saya selaku Camat Karangawen,” kata Syahri seperti dikutip Radar Semarang.

Untuk mengembangkan burung itu, setidaknya dibutuhkan 250 rumah burung hantu (rubuha) yang didirikan di areal persawahan warga. Nilai satu rubuha mencapai Rp 3 juta.

Rubuha akan direalisasikan melalui swadaya masyarakat maupun bantuan dari APBD. “Kita berharap, tingkat swadaya masyarakat bisa tinggi sehingga program ini nanti dapat tercapai,” tambahnya.

Syahri menambahkan, Desa Sidorejo sebenarnya sangat potensial untuk ditamai padi maupun jagung. Namun, gangguan hama tikus masih menjadi kendala serius bagi petani pemilik lahan garapan tersebut. Selain hama, areal pertanian di wilayah tersebut kerap juga terkena dampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai sehingga mengakibatkan gagal panen.

“Saat banjir beberapa waktu lalu, setidaknya ada 20 bahu tanaman padi tidak bisa dipanen karena puso atau rusak. Petani pun merugi. Kini, saat kemarau lahan pertanian di wilayah tersebut juga kekeringan karena hanya tadah hujan. Jadi, nasib petani betul-betul memperihatinkan,” tambahnya.(jpnn)

DEMAK – Pemerintah Kecamatan Karangawen di Kabupaten Demak, Jawa Tengah segera mengembangkan budidaya burung hantu jenis tyto alba di Desa


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News