JPNN.com

Perceraian Bisa Memicu Kesehatan Mental?

Selasa, 02 Juli 2019 – 17:47 WIB Perceraian Bisa Memicu Kesehatan Mental? - JPNN.com

jpnn.com - Siapapun yang sudah menikah, pasti tidak ada yang mau pernikahannya berujung pada perceraian. Tapi nyatanya, masih banyak juga yang tidak bisa menghindarinya. Terkait hal itu, benarkah perceraian bisa picu gangguan mental?

Selama ini, yang dianggap paling banyak terkena imbas dari perceraian adalah anak-anak. Tapi, sebenarnya perceraian juga bisa memengaruhi pasangan yang harus mengalami kenyataan tersebut.

Paling ditakutkan dari masalah perceraian adalah bagaimana harus menjalani hidup setelahnya. Ancaman gangguan mental pun bisa dialami orang yang mengalaminya. Hal ini diungkap oleh Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Menurutnya keharmonisan keluarga seharusnya bisa diusahakan. Pasalnya, ia berpendapat bahwa perceraian menyebabkan stres di kalangan beberapa orang.

"Saat ini, angka perceraian lumayan, tingkat stres juga tinggi. Orang yang cerai itu stresnya tinggi. Janda banyak sekali yang hidupnya miskin dan tidak sejahtera. Kalau janda hidup miskin, tidak sejahtera, akhirnya stres," kata Hasto usai upacara pelantikannya pada Senin (1/7) seperti dikutip dari detik.com.

Bicara angka perceraian yang terjadi di Indonesia, angkanya memang tinggi. Setiap tahun, tidak kurang dari 300 ribuan kasus perceraian terjadi.

Melansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), data perceraian setiap tahunnya pada periode 2012-2014 mencapai angka lebih dari 320 ribu. Pada 2012, 346.480 pasangan bercerai. Sementara itu pada 2015, ada sekitar 347.256 pasangan bercerai.

Tentu itu bukan jumlah yang sedikit dan perlu mendapat perhatian serius dari beberapa pihak terkait. Perceraian memang menjadi salah satu jalan untuk menghentikan ikatan pernikahan. Akan tetapi, bukan jalan yang baik.

Perceraian picu masalah kesehatan mental?

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...