Peringatan dari Bocah SD: Trotoar Bukan untuk Motor

Peringatan dari Bocah SD: Trotoar Bukan untuk Motor
Daffa Faros Oktoviarto, bicah 10 tahun yang berani menghadang penunggang sepeda motor si totoar. Foto: Radar Semarang/JPG

jpnn.com - SEMARANG - Daffa Faros Oktoviarto kini jadi omongan warga Kota Semarang, Jawa Tengah. Aksi nekat bocah 10tahun itu saat mencegat pengendara sepeda motor yang merambah trotoar menjadi viral sejak diunggah melalui media sosial.

Lantas apa alasan siswa SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul, Semarang itu bertindak berani pada pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar? Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Daffa mengatakan bahwa aksinya terpicu sebuah informasi di televisi tentang trotoar yang fungsinya bagi pejalan kaki, bukan untuk sepeda motor.

Menurutnya, aksi itu bukanlah pertama kalinya. Terkadang saat beraksi, Daffa terlebih dahulu membuat tulisan di kertas HVS bertuliskan: ”Peringatan, Trotoar untuk Jalan Kaki Bukan Motor’ yang ditempel di sepeda kecilnya.

Ia biasa melakukan sepulang sekolah hingga waktu magrib. Ia jengkel karena ada saja pengguna sepeda motor yang melintasi totoar.

”Jam segitu kan waktunya jalan macet. Lima menit saja saya di sana, pasti banyak pengendara motor nerobos lewat trotoar. Saya jengkel, kan itu dilarang. Tapi kok yang pakai motor sering nerobos,” katanya.

Putra pasangan Yurri dan Dinar itu mengaku sudah 3 minggu lebih melakukan aksinya. Terkadang ia mengenakan topi koboi, penutup mulut dari kain serbet dan berjaket. Tak lupa dia menaiki sepeda mininya.

Aksi Daffa pernah menguncang emosi pengendara sepeda motor. ”Saya pernah dimarahi dan dibentak-bentak pengendara motor dua kali. Saya akan halangi lagi yang pakai motor kalau tetap lewat trotoar,” tegasnya.

Murti, nenek Daffa, menilai cucunya memang anak hiperaktif yang kreatif. Padahal Daffa di sekolah tidak tergolong anak yang menonjol secara akademik. Ia hanya masuk peringkat 10 besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News