Perkembangan Terbaru di AS, Muncul Desakan Anggaran Polisi Dipangkas

Perkembangan Terbaru di AS, Muncul Desakan Anggaran Polisi Dipangkas
Seorang demonstran ditangkap polisi saat aksi protes Black Lives Matter, setelah insiden tewasnya George Floyd saat ditahan polisi Minneapolis, di London, Inggris, Minggu (7/6/2020). Foto: REUTERS/Peter Nicholls

jpnn.com, WASHINGTON - Partai Demokrat di Amerika Serikat selama ini mendukung aksi unjuk rasa memprotes tewasnya George Floyd di tangan seorang polisi.

Meski demikian, Partai Demokrat masih hati-hati menanggapi desakan massa yang meminta pemerintah mengurangi anggaran kepolisian.

Meskipun para politisi Partai Demokrat mendukung aksi massa di New York sampai Los Angeles, beberapa petinggi partai cukup hati-hati menjawab pertanyaan media mengenai dukungan mereka terhadap rencana pengurangan anggaran kepolisian sehingga uang tersebut dapat dialihkan untuk membiayai program penanggulangan penyakit sosial.

Senator Cory Booker, saat wawancara dengan NBC News, Minggu (7/6), mengatakan ia memahami sentimen di balik gerakan "defund the police" atau "kurangi anggaran kepolisian".

Namun, Booker memilih tidak menggunakan istilah tersebut.

"Kita sebagai sebuah komunitas terlalu menganakemaskan kepolisian," kata dia.

Booker menerangkan upaya mengatur pengeluaran kepolisian tidak menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Ketua Kaukus Partai Demokrat, Hakeem Jeffries dari New York, pada Minggu mengatakan ia tidak mendukung seluruh rencana mengurangi anggaran kepolisian di negara bagian yang ia wakili.

Perkembangan terbaru di Amerika Serikat (AS) saat ini terkait munculnya desakan anggaran kepolisian dikurangi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News