Perkembangan Terkini di Gaza: Gencatan Senjata Hamas - Israel Dimulai, Biden Menyampaikan Janji

Perkembangan Terkini di Gaza: Gencatan Senjata Hamas - Israel Dimulai, Biden Menyampaikan Janji
Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta menggelar aksi dukungan untuk Palestina di depan Kantor Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (12/5). Foto: Ricardo/JPNN.com

Otoritas menyebutkan jumlah korban tewas di Israel sebanyak 12 orang, dengan ratusan orang dirawat karena cedera akibat serangan roket yang menyebabkan kepanikan dan membuat warga mengungsi.

Di tengah maraknya peringatan gobal, Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar mengupayakan deeskalasi.

Sementara Mesir, Qatar dan PBB berupaya untuk melakukan mediasi.

Dalam pidato pada Kamis (20/5), Biden menyampaikan belasungkawa untuk Israel dan Palestina.

Biden juga mengatakan Washington akan bekerja sama dengan PBB dan pemangku kepentingan internasional lainnya untuk memberikan bantuan cepat kemanusiaan untuk Gaza.

Menurut Biden, bantuan akan dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina (PA) - yang dikelola rival Hamas, Presiden Mahmoud Abbas, dan berbasis di Tepi Barat yang diduduki Israel - "dengan cara yang tidak mengizinkan Hamas memasok kembali persenjataan militer mereka."

Hamas dianggap sebagai kelompok teroris oleh Barat dan Israel, yang menolak mengakuinya.

Kekerasan bermula dari kemarahan rakyat Palestina atas apa yang mereka serang lantaran Israel mengekang hak-hak mereka di Yerusalem, termasuk selama bentrokan polisi dengan pengunjuk rasa di Masjid Al-Aqsa.

Gencatan senjata antara Hamas dan Israel dimulai Jumat, simak juga kalimat Joe Biden.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News