Permintaan Menurun, Perajin Ulos Tobasa Kurangi Produksi

Permintaan Menurun, Perajin Ulos Tobasa Kurangi Produksi
Permintaan Menurun, Perajin Ulos Tobasa Kurangi Produksi
Dia menerangkan, biasanya jika libur seperti libur sekolah dan hari besar, permintaan akan meningkat karena banyak pesta. Namun kali ini berbeda, permintaan pasar terus menurun. Mangarti mengatakan, sejak produksi dikurangi, lima orang pekerjanya terpaksa diberhentikan sementara.

“Kita mengistirahatkan lima orang pekerja hingga menunggu situasi kembali normal. Biasanya, setiap hari kita bisa memproduksi lima ulos yang terdiri dari ulos sadum dan ragi hotang. Namun sekarang kita hanya membuat satu ulos sadum dan dua ulos ragi hotang,” paparnya.

Menurut dia, bila dihitung biaya bahan baku hingga menjadi barang jadi, kenaikannya mencapai 30 persen. Sebab biaya transportasi untuk menjual ke toke juga diperhitungkan.

“Keuntungannya memang tipis karena kita tidak mau menaikkan harga terlalu tinggi. Sebab kita takut ulosnya tidak laku,” ungkap Mangarti yang juga tergabung sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo) itu. (cr-03/mua)
Berita Selanjutnya:
Lapas Cibinong Waspada

TOBASA- Beberapa perajin ulos di Tobasa terpaksa mengurangi produksi akibat permintaan dari masyarakat semakin berkurang. Tidak hanya itu, sejak


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News