Pertahanan Jebol, Myanmar Tutup Semua Sekolah

Pertahanan Jebol, Myanmar Tutup Semua Sekolah
Para petugas keamanan menyemprotkan air untuk membersihkan lantai pagoda Shawdagon, tempat bersejarah di negara itu, di Yangon, Myanmar, 25/3/2020. Foto: ANTARA/REUTERS/Stringer/TM

jpnn.com, YANGON - Pemerintah Myanmar memerintahkan seluruh sekolah tutup setelah 70 kasus COVID-19 baru ditemukan dalam 24 jam terakhir, Rabu (26/8).

Tambahan kasus baru itu jadi angka harian tertinggi setelah Myanmar absen melaporkan kasus baru selama beberapa minggu.

Namun dalam beberapa hari terakhir, pemerintah kembali berupaya menekan penyebaran wabah COVID-19.

Hampir seluruh kasus baru yang diumumkan hari ini (26/8), ditemukan di Rakhine. Sementara satu sisanya ada di negara bagian lain. Pasien positif yang ada di Rakhine ditemukan di sembilan lokasi berbeda.

Masing-masing kasus positif terhubung dengan klaster penularan COVID-19 di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine.

Pemerintah minggu lalu memberlakukan karantina dan jam malam di Kota Sittwe.

Walaupun demikian, kasus positif di Myanmar relatif rendah apabila dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Sejauh ini, 574 orang di Myanmar positif COVID-19 dan enam di antaranya meninggal dunia.

Akan tetapi, jumlah pasien meningkat hampir 35 persen hanya dalam waktu satu minggu memicu kekhawatiran banyak pihak.

Pemerintah Myanmar memerintahkan seluruh sekolah tutup setelah 70 kasus COVID-19 baru ditemukan dalam 24 jam terakhir, Rabu (26/8).

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News