Pertamina Gandeng Perusahaan Jepang & ITB Studi CCUS di Lapangan Gundih

Pertamina Gandeng Perusahaan Jepang & ITB Studi CCUS di Lapangan Gundih
PT Pertamina (Persero) menggandeng perusahaan Jepang dan ITB Studi CCUS di lapangan Gandih. Foto: Pertamina


Saat ini, Pertamina sedang menyusun Roadmap Dekarbonisasi untuk mendukung pengendalian perubahan iklim global dan CCUS tersebut dan akan menjadi salah satu inisiatif yang dapat berdampak pada pengurangan karbon secara signifikan. Kerja sama studi kelayakan akan berlangsung dari Juni 2021 hingga Februari 2022. Selanjutnya akan dilaksanakan FEED dan EPC pada 2022-2024 dan diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2026.

“Kami berinisiatif untuk ikut terlibat Joint Study ini. Semoga kita bisa segera masuk ke komersialisasi. Saya sangat mengapresiasi semua pihak dan saya berharap kita dapat bertemu setelah pandemi ini berakhir dan mewujudkan terobosan tersebut,” imbuhnya.

Representative Director and President of JAPAN NUS Co., Ltd, Kazuhiko Chikamoto menilai dekarbonisasi adalah keharusan bagi pemerintah dan swasta di seluruh dunia.

Pemerintah Jepang telah menetapkan target ambisius untuk pengurangan emisi CO2 sebesar 46 persen pada 2030.

"Sehingga dilakukan perubahan bersama untuk mewujudkan tujuan aspirasi tersebut," katanya.

Dalam konteks ini, lanjut Kazuhiko, CCUS di Lapangan Gundih bukan hanya proyek dekarbonisasi, tetapi juga model praktik terbaik proyek dekarbonisasi di kawasan Asia.

Menurutnya, itu merupakan model yang sangat inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam waktu dekat.

“Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang memberikan kami peluang besar di lapangan Gundih baru. Kerja sama ini ialah langkah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, ”ungkap Kazuhiko Chikamoto. (jpnn)

PT Pertamina (Persero) terus berkontribusi mendukung komitmen pemerintah menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen untuk mendukungan target internasional yang mencapai 41 persen pada 2030.


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News